Yogyakarta memang surganya wisata, tidak hanya sejarah dan keindahan alamnya namun juga keberadaan dari Desa Wisata yang menjadi daya tarik tersendiri. Masing-masing Desa Wisata memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari hasil perkebunan, kerajinan, makanan hingga tradisi yang dimiliki desa tersebut.

Salah satu Desa Wisata yang terkenal dengan kerajinannya adalah Kasongan. Desa yang terkenal dengan kerajinan Gerabahnya ini dahulu merupakan tempat tinggal para Gundi (sebutan bagi pengrajin tanah liat). Tidak hanya di Indonesia, produk-produk Gerabah buatan para pengrajin Kasongan sudah melanglang buana hingga daratan Asia, Eropa dan Amerika.

 

KASONGAN (12)

 

Saat ini Kasongan mungkin lebih terkenal dibandingkan nama Desa-nya, yaitu Bangunjiwo.  Dimotori oleh lebih dari 300 pengrajin,yang menyerap seribu lebih tenaga kerja membuat sentra kerajinan ini mampu menembus pasar gerabah internasional. Showroom yang berjajar rapi di kanan-kiri jalan, dipadukan dengan workshop para pengrajin, dimana kita dapat ikut langsung membuat keramik, dan festival seni Kasongan yang rutin diadakan setiap tahunnya, membuat Kasongan menjadi sebuah wisata kerajinan yang berkesan bagi siapapun yang mengunjunginya.

Pada sejarahnya Kasongan adalah tanah persawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik pejabat Belanda. Karena saat itu masa penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya supaya tidak dituntut oleh Belanda. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya.

 

KASONGAN (7)

 

Banyaknya tanah yang bebas, membuat penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang melepaskan hak tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.

Baca Juga:  Kampung Emas, Selain Senang Wisata Disini Bisa Buat Kenyang

Seperti dikutip dari wikipedia, sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980an.

 

KASONGAN (19)

Menurut Dewi, salah satu pemilik usaha Gerabah di Kasongan “Pembeli rata-rata berasal dari luar kota dengan sistem borongan,”.  Kerajinan yang dihasilkan pun beragam diantaranya Piring, Kendi, Guci, Tempayan, Anglo, Kuali, Celengan, Pot, Souvenir dan patung-patung dengan motif beragam. Tidak segan Dewi pun memberikan tips bagi pembeli dari luar kota agar terhindar dari ongkos kirim yang mahal, “Bagi pembeli dari luar sebaiknya menyewa kendaraan angkut sendiri seperti truk jika pembelian dalam jumlah besar.” tutupnya. Untuk harga sendiri dipatok mulai dari yang termurah Rp 25.000 hingga jutaan rupiah namun masih bisa ditawar. Jadi ada baiknya sebagai pembeli harus pintar-pintar menawar.

KASONGAN (6)

Lokasi Desa Wisata Kasongan

Terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta atau bisa ditempuh dari kota ke arah Bantul dengan jarak sekitar 8KM dan memakan waktu sekitar 20 menit. Tidak sulit menemukan lokasinya karena tepat di persimpangan jalan utama, pengunjung akan disambut gapura besar berwarna merah bata dengan tulisan Kasongan.

Peta Desa Wisata Kasongan

Tags Populer:

kasongan,kampunh grabah,kasongan jogja,Gerabah Kasongan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta,sebutkan produk andalan dari daerah kasongan,bagaimana cara perajin gerabah desa kasongan membuat produk yang tidak membosankan dan monoton,gerabah kasongan bangunjiwo bantul daerah istimewa yogyakarta,kasong,kasongan bantul,kasongan desa wisata