warung sate kuda

Kambing, ayam, dan sapi adalah beberapa hewan yang dagingnya seringkali disate. Tapi sebenarnya, masih ada banyak hewan lain yang dagingnya cocok untuk dijadikan sate. Salah satunya adalah kuda, atau jaran dalam bahasa Jawa. Di Yogyakarta, Anda tidak akan kesulitan untuk menemukan warung atau rumah makan yang menjual sate jaran. Karena sate kuda banyak peminatnya, maka yang berjualan pun cukup banyak. Para peminat sate kuda memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada yang menggemari sate kuda karena rasa dan tekstur dagingnya. Tapi, banyak juga yang menyukai sate kuda karena khasiat yang ditawarkannya. Daging kuda dipercaya memiliki banyak khasiat, seperti menyembuhkan penyakit reumatik, menyembuhkan penyakit asma, meningkatkan kejantanan pria, dan masih banyak lagi. Ada penelitian yang sedikit banyak mendukung kepercayaan masyarakat akan khasiat yang ditawarkan daging kuda. Menurut penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa UGM dan Rumah Sakit Dr Sardjito, daging kuda rendah kolesterol dan kaya akan oksigen.

Salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi untuk mencicipi sate kuda adalah warung pak Kuncoro yang terletak di Jl Kranggan. Warung sate kuda ini dibuka oleh pak Kuncoro pada tahun 1997. Jadi, warung ini sudah melayani pembeli selama sekitar 16 tahun. Awalnya, pak Kuncoro sering membuat sate kuda, tapi hanya untuk dikonsumsi sekeluarga. Tapi kemudian, pak Kuncoro mulai berjualan sate kuda buatannya, dan ternyata mendapatkan respon yang sangat baik. Warung sate kuda ini mendapatkan banyak pelanggan. Sejak tahun 2002, warung sate pak Kuncoro dikelola oleh anaknya yang bernama Satrio. Sedangkan dua anak pak Kuncoro yang lain telah membuat warung sate kuda juga, di daerah Godean dan Sleman.

Baca Juga:  Menikmati Wisata Kuliner di Daerah Bantul

Di warung pak Kuncoro, daging kuda disajikan dalam bentuk sate dan tongseng. Tapi, yang membuat warung ini berbeda dari warung-warung sate kuda lainnya, warung ini juga menjual abon, paru, dan torpedo kuda. Harga sate dan tongseng kuda tidak mahal. Harga sepiring tongseng kuda Rp. 13.000,- sama dengan harga satu porsi sate kuda yang isinya 10 tusuk. Sate kuda rasanya cenderung manis, karena disajikan dengan sambal kecap. Sedangkan untuk rasa daging kuda itu sendiri, sebenarnya mirip dengan daging sapi. Rasa sate dan tongseng kuda yang disajikan di warung pak Kuncoro sangat lezat. Selain itu, karena telah diolah dengan baik, dagingnya juga empuk. Setiap harinya, warung sate kuda pak Kuncoro menghabiskan sekitar 5 kilogram daging kuda. Biasanya, daging kuda diperoleh dari tempat pemotongan kuda yang ada di daerah Segoroyoso, Pleret, Bantul. Kuda yang dipotong biasanya adalah kuda yang sudah tidak produktif lagi, contohnya kuda penarik andong yang sudah cedera. Dan sebelum dipotong, kuda telah diperiksa oleh Dinas Kesehatan.

Ada beberapa warung sate jaran yang terkenal di Yogyakarta. Selain warung sate kuda pak Kuncoro, Anda juga dapat mengunjungi warung sate kuda milik Bu Rohmat yang terletak di Jl Parangtritis Km 7, dan warung sate kuda milik pak Singgih yang terletak di Jl Parangtritis, dekat dengan Pojok Beteng Wetan.

(Images : www.asiafinest.com | www.kulinerwisata.com | yogyakartapanduanwisata.com)

Tags Populer:

sate kuda jogja,sate kuda,sate kuda di jogja,sate kuda yogyakarta,resep sate kuda,sate jaran,harga sate kuda,Sate Kuda Jogja Kota Yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta 55161,sate kuda bantul,sate kuda di yogyakarta