tamansari-yogyakarta

Tamansari adalah obyek wisata di Yogyakarta yang cocok untuk Anda kunjungi saat Anda ingin bersantai bersama keluarga. Obyek wisata ini mudah untuk ditemukan karena terletak di sebelah barat Keraton, yang merupakan salah satu obyek wisata utama di kota Yogyakarta. Tamansari, yang juga dikenal sebagai Istana Taman Sari, merupakan tempat yang bersejarah. Tempat ini mulai dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana I. Namun, Tamansari baru selesai dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana II. Sebelum Tamansari dibangun, sebenarnya tempat tersebut merupakan tempat pemandian yang sudah dikenal. Lokasi Tamansari dulunya dikenal sebagai Umbul Pacethokan. Umbul artinya mata air. Tamansari sebenarnya sangat luas, dengan luas sekitar 10 hektar. Tapi sekarang, yang tersisa dari Tamansari hanyalah yang terletak di sebelah barat daya kompleks Kedhaton.

Jika Anda ingin mengetahui sejarah Tamansari sembari menikmati keindahan arsitekturnya, sebaiknya Anda berjalan-jalan disana dengan ditemani oleh seorang pemandu wisata. Kompleks Tamansari terbagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama dari kompleks ini terdiri dari sebuah danau buatan, yang disebut dengan Segaran. Danau buatan ini dulu dipakai untuk memelihara berbagai jenis ikan, dan tempat bersampan bagi Sultan dan keluarganya. Hanya saja, sekarang danau buatan ini sudah tidak lagi berisi air. Danau buatan ini telah menjadi tempat pemukiman yang padat. Di tengah-tengah danau buatan Tamansari, terdapat pulau buatan yang diberi nama Pulo Kenongo. Disana terdapat bangunan berlantai dua yang diberi nama Gedhong Kenongo. Bangunan ini cukup tinggi. Dari anjungan tertinggi bangunan ini, kita dapat menikmati pemandangan sekitar kawasan Keraton Yogyakarta. Di sebelah selatan pulau buatan yang bernama Pulo Kenongo ini, terdapat bangunan kecil yang diberi nama Tajug. Di bagian pertama Tamansari juga terdapat pulau buatan lain bernama Pulo Cemethi, dan bangunan berbentuk seperti cincin yang bernama Sumur Gumuling.

Baca Juga:  Menikmati Udara Segar dan Pemandangan Indah di Suroloyo Pass

Bagian kedua Tamansari terletak di sebelah selatan danau buatan. Disana terdapat pintu gerbang utama yang diberi nama Gedhong Gapura Hageng, dan tempat dimana dulunya berdiri sebuah gedung bernama Gedhong Lopak-lopak. Gapura Hageng sangat menarik. Desain gapura ini unik, dengan berbagai ornamen bunga dan sayap burung. Di bagian kedua Tamansari ini juga terdapat kolam pemandian bagi Sultan serta istri dan anak-anaknya yang disebut Umbul Pasiraman. Tempat ini juga dikenal sebagai Umbul Binangun atau Umbul Winangun. Dulu, hanya para wanita yang diperbolehkan masuk ke tempat ini. Beberapa bangunan lain yang ada di bagian kedua Tamansari adalah Gedhong Sekawan, Gedhong Gapuro Panggung, dan Gedhong Temanten.

Sayangnya, bagian ketiga dan keempat Tamansari sudah tidak bisa dilihat lagi, karena memang sudah tidak ada lagi yang tersisa. Tapi, jika Anda datang kesana dengan ditemani oleh seorang pemandu, tentunya Anda akan diberi informasi yang menarik tentang sejarah tempat-tempat yang ada di bagian-bagian tersebut. Tamansari buka dari hari Senin sampai Minggu, mulai dari jam 09.00 sampai dengan jam 15.30. Harga tiket untuk masuk ke obyek wisata ini Rp 3.000,- untuk wisatawan domestik, dan Rp 7.000,- untuk wisatawan mancanegara.

(Images : rentalmobilyogyakarta.net | ekaoneblog.blogspot.com | azam-indonesiatourismguide.blogspot.com)

Lokasi Taman Sari

Lokasinya tepat berada di tengah kota, dan masuk satu lingkup Kraton Yogyakarta. Jika dari arah Pasar Ngasem ambil jalan ke Timur arah alun – alun Selatan, seblum sampai Alun – alun anda akan melewati barisan tembok berwarna putih. Letak Taman Sari berada pada Gapura ke 3 di barisan tembok tersebut.

Peta Taman Sari